Rabu, 21 Oktober 2015

Makalah Berbicara Dwi Nur Indah Sari




   MAKALAH
BERBICARA UNTUK MENGHIBUR



https://zubanovzky.files.wordpress.com/2008/07/unitomo.jpg






 Disusun Oleh Kelompok 1 :

·       Dwi Nurindah Sari (018)
·       Nurun Mauludan nia (019)
·       Adi Eko Saputra (022)
·       Nuzulul Fatikha (023)



 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
  UNIVERSITAS Dr.SOETOMO SURABAYA





                      KATA PENGANTAR

       Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT,yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahnya,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan waktu yang telah ditentukan.

       Makalah mata kuliah berbicara yang berjudul ‘’ Berbicara untuk menghibur’’.dapat terselesaikan tepat waktu.dengan selesainya makalah ini tak lupa penyusun menyampaikan terimakasih pada semua pihak yang telah membantu,menyumbangkan pikiran,member kritik dan saran yang membangun sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

             Akhirnya penyusun harapkan agar hasil dari makalah ini dapat memberikan manfaa t bagi pembelajaran selanjutnya.





                                                                                   Surabaya,21 Oktober 2015



                                                                       Dwi Nur Indah Sari
                                                                          




                                                  

                                                   DAFTAR ISI


         KATA PENGANTAR      ……………………………………..i
DAFTAR ISI                     …………………………………..   ii
          BAB I.PENDAHULUAN   …………………………………..  1
             1.1 Latar Belakang  …………………………………………. 1
   1.2 Rumusan Masalah ………………………………………  2
   1.3 Tujuan                        .. …………………………………. 2
   1.4 Manfaat                      .………………………………. . .   2

         BAB II.PEMBAHASAN.

               2.1 Pengertian Keterampilan Berbicara …………………   3
               2.2 Tujuan Keterampilan Berbicara untuk Menghibur…     4
               2.3 Ragam Berbicara  ……………………………………. 4

         BAB III.PENUTUP
              3.1 Kesimpulan…………………………………………..   5
        3.2 Saran      …..………………………………………….. 5

  DAFTAR PUSTAKA   ………………………………………  6





BAB I
PENDAHULUAN

     1.1 Latar Belakang

               Kegiatan manusia tidak lepas dari berbicara, Bericara merupakan kemampuan mengucapkan kata-kata dalam rangka menyampaikan atau menyatakan maksud, ide, gagasan, pikiran, serta perasaan yang disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyimak agar apa yang disampaikan dapat dipahami oleh penyimak.
 
              Tujuan berbicara secara umum  ialah untuk memberitahukan atau melaporkan informasi kepada penerima informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi, untuk menghibur, serta menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi.

              Bagi sebagian orang berbicara mungkin hal yang muda, tetapi sebagianya menganggap hal in juga tidak mudh. Bebicara merupakan hal yang penting dalam hidup kita. Untuk dapat berbicara atau berkomunikasih yang baik agar tidak terjadi salah tanggap atau miss communication dalam penyampaian.


1.2             Rumusan Masalah

1.2.1    Apa pengertian berbicara ?
1.2.2    Apa tujuan keterampilan berbicara ?
1.2.3    Apa saja ragam berbicara ?
1.2.4    Apa saja factor penunjang  dan penghambat keterampilan  berbicara ?
1.2.5    Bagaimana cara penilaian keterampilan berbicara ?
1.2.6    Bagaimana hubungan berbicara dengan aspek kebahasaan lainnya  ?
                  








1.3            Tujuan

1.3.1    Memahami  keterampilan berbicara.
1.3.2    Memahami  tujuan keterampilan berbicara.
1.3.3    Memahami  ragam berbicara.
1.3.4    Memahami  factor  penunjang dan pengamat keterampilan berbicara.
1.3.5    Memahami  cara penilaian keterampilan berbicara.
1.3.6    Memahami hubungan keterampilan berbicara dengan aspek kebahasaan lainnya.

  
1.4            Manfaat

1.4.1    Dapat  memahami keterampilan berbicara.
1.4.2    Dapat  memahami tujuan berbicara.
1.4.3    Dapat  memahami ragam berbicara.
1.4.4    Dapat  memahami factor penunjang dan penghambat keterampilan berbicara.
1.4.5    Dapat  memahami cara penilaian keterampilan berbicara.
1.4.6    Dapat  memahami berbicara dengan aspek kebahasaan lainnya.



















BAB II
PEMBAHASAN



        2.1 Pengertian Keterampilan Berbicara

           Keterampilan berbicara adalah kemampuan  mengungpkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan,baik secara berhadapan  ataupun jarak jauh.

*    Berbicara menurut beberapa ahli  :

§  Menurut Nurgiyantoro (1995:276)
     berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia belajar untuk mengucapkan dan  akhirnya terampil berbicara. Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan,serta perasaan .
§  Tarigan  (1983:14).
       Dapat dikatakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar  (audible) dan yang kelihatan  (visible)  yang memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia demi maksud  dan tujuan gagasan atau ideide yang dikombinasikan. Berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis,semantik, dan linguistik.Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa berbicara diartikan sebagai suatu alat untuk mengkombinasikan gagasan-gagasan yang disusun serta mengembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.



            2.2 Tujuan Keterampilan Berbicara untuk Menghibur  

·         Tujuan keterampilan berbicara untuk menghibur
         
      Berbicara menghibur biasanya bersuasana santai,rileks,dan kocak.soalnya pesan bukanlah yang utama.namun bukan berarti berbicara menghibur tidak dapat membawakan pesan

      Dalam berbicara menghibur tersebut pembicara berusaha membuat pendengarnya senang,bergembira,dan bersuka ria.contoh jenis berbicara menghibur antara lain:
§  Ludruk
§  Srimulat
§  Cerita abu nawas
§  Cerita kabayan

·         Tujuan keterampilan berbicara untuk menghibur
             
      Berbicara menghibur  artinya pembicaraan menarik perhatian pendengar dengan berbagai cara,seperti humor,lelucon,spontanitas,kisah-kisah jenaka,petualangan dan sebagainya.berbicara dengan tujuan  untuk menghibur penyimak/pendengar  biasanya dilakukan oleh orang-orang berprofesi pelawak/pemain delegan,dan orang-orang yang mempunyai kemampuan khusus untuk membuat suasana menjadi lebih hanggat


       2.3 Ragam Berbicara

v Pidato

      Suatu ucapan dengan suatu  susunan yang baik disampaikan kepada orang banyak.

v Ceramah

        Pembicaraan untuk menyampaikan gagasanya kepada pihak lain dan tidak memerlukan reaksi sesaat dalam bentuk bicara yang berupa tanggapan respon.



v Wawancara

     Tanya jawab dengan seseorang untukdimintai keterangan atau pendapatnya mengennai sesuatu.

v Dialog

                                              Percakapan  dalam dialog (sandiwara,teater,dll)

v Diskusi

                                       Cara tukar pendapat antara 2 orang atau lebih untuk    memecahkan suatu masalah.

*   Faktor penunjang keterampilan berbicara

                    Berbicara atau kegiatan komunikasi lisan merupakan kegiatan individu dalam usaha menyampaikan pesan secara lisan kepada sekelompok orang, yang disebut juga audience atau majelis. Supaya tujuan pembicaraan atau pesan dapat sampai kepada  audience dengan baik, perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat menunjang keefektifan berbicara.  Kegiatan berbicara juga memerlukan hal-hal di luar kemampuan berbahasa dan ilmu pengetahuan.
Pada saat berbicara diperlukan :

                                      a) penguasaan bahasa
                                      b) bahasa
                                      c) keberanian dan ketenangan
                                      d) kesanggupan menyampaikan ide dengan lancar dan teratur

*      Faktor  penunjang pada kegiatan berbicara sebagai berikut. Faktor kebahasaan, meliputi :
                    a) ketepatan ucapan
                    b) penempatan tekanan nada, sendi atau durasi yang sesuai
                    c) pilihan kata
                    d) ketepatan penggunaan kalimat serta  tata bahasanya
                    e) ketepatan sasaran pembicaraan.
Sedangkan  faktor nonkebahasaan, meliputi
                           f) sikap yang wajar, tenang dan tidak kaku
                           g) pendangan harus diarahkan ke lawan bicara
                            h) kesediaan menghargai orang lain
                             i) gerak-gerik dan mimik yang tepat
                              j) kenyaringan suara.



*   Faktor Penghambat Kegiatan Berbicara

      Ada kalanya proses komunikasi mengalami gangguan yang mengakibatkan pesan yang diterima oleh pendengar tidak sama dengan apa yang dimaksudkan oleh pembicara. Tiga faktor penyebab gangguan dalam kegiatan berbicara, yaitu:

A.    Faktor fisik, yaitu faktor yang ada pada partisipan sendiri dan faktor yang berasal dari luar partisipan.

B.      Faktor media, yaitu faktor linguitisk dan faktor nonlinguistik, misalnya lagu, irama, tekanan, ucapan, isyarat gerak bagian tubuh, dan

C.     Faktor psikologis, kondisi kejiwaan partisipan komunikasi, misalnya dalam keadaan marah, menangis, dan sakit.


*    Penilaian Keterampilan Berbicara

Setiap kegiatan belajar perlu diadakan penilaian termasuk dalam pembelajaran kegiatan berbicara. Cara yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu berbicara adalah tes kemampuan berbicara. Pada prinsipnya ujian keterampilan berbicara memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara, bukan menulis, maka penilaian keterampilan berbicara lebih ditekankan pada praktik berbicara.

Untuk mengetahui keberhasilan suatu kegiatan tertentu perlu ada penilaian. Penilaian yang dilakukan hendaknya ditujukan pada usaha perbaikan prestasi siswa sehingga menumbuhkan motivasi pada pelajaran berikutnya. Penilaian kemampuan berbicara dalam pengajaran berbahasa berdasarkan pada dua faktor, yaitu faktor kebahasaan dan nonkebahasaan. Faktor kebahasaan meliputi lafal, kosakata, dan struktur sedangkan faktor nonkebahasaan meliputi materi, kelancaran dan gaya (Haryadi, 1997:95).




Dalam mengevaluasi keterampilan berbicara seseorang pada prinsipnya harus memperhatikan lima faktor, yaitu :

a)    Apakah bunyi-bunyi tersendiri (vokal, konsonan) diucapkan dengan tepat?
b)   Apakah pola-pola intonasi, naik dan turunnya suara serta rekaman suku kata memuaskan?
c)    Apakah ketepatan ucapan mencerminkan bahwa sang pembicara tanpa referensi internall memahami bahasa yang digunakan?
d)   Apakah kata-kata yang diucapkan itu dalam bentuk dan urutan yang tepat?
e)    Sejauh  manakah “kewajaran” dan  “kelancaran” ataupun “kenative-speaker-an” yang tecermin bila sesorang berbicara?

       Penilaian yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbicara siswa dilakukan melalui tugas bercerita. Untuk mengevaluasi kemampuan berbicara siswa dibutuhkan format penilaian berbicara. Berikut merupakan format penilaian berbicara/bercerita yang dimodifikasi dari penilaian Jakovits dan Gordon (Nurgiyantoro, 2001:290).
















                            Lembar Penilaian Berbicara

Nama                 :                                               Pengamat        :
Tanggal              :                                               Hasil                :
Komponen yang Dinilai
Skala Nilai
Keterangan
Lafal
    5      4     3     2     1

Kosakata
    5      4     3     2     1

Struktur
    5      4     3     2     1

Materi
    5      4     3     2     1

Kelancaran
    5      4     3     2     1

Gaya
    5      4     3     2     1

Jumlah
    5      4     3     2     1



Kriteria Penilaian:
A.    Aspek Kebahasaan
a.       Lafal
5                Pelafalan fonem jelas, standar, dan intonasi jelas
4                Pelafalan fonem jelas, standar, dan intonasi kurang jelas
3                Pelafalan fonem kurang jelas, terpengaruh dialek, dan intonasi kurang tepat
2                Pelafalan fonem kurang jelas terpengaruh dialek, dan intonasi tidak tepat.
1                Pelafalan fonem tidak jelas, banyak dipengaruhi dialek, dan intonasi tidak tepat

b.      Kosakata
5                Penguasaan kata-kata, istilah, dan ungkapan yang tepat, sesuai dan variatif
4                Penggunaan kata, istilah dann ungkapan kurang tepat, kurang sesuai meskipun variatif
3                Penggunaan kata, istilah dan ungkapan kurang dan kurang sesuai serta kurang bervariatif
2                Penggunaan kata, istilah dan ungkapan kurang tepat, kurang sesuai dan sangat terbatas
1                Penggunaan kata, istilah dan ungkapan tidak tepat, tidak sesuai, dan sangat terbatas
c.       Struktur
5                Hampir tidak terjadi kesalahan struktur
4                Sekali-kali terdapat kesalahan struktur
3                Kesalahan struktur terjadi berulang-ulang dan tepat
2                Kesalahan struktur terjadi berulang-ulang dan banyak jenisnya
1                Kesalahan struktur banyak, berulang-ulang sehingga mengganggu pemahaman.

B.     Aspek Nonkebahasaan
a.       Materi
5                Topik dan uraian sesuai, mendalam, mudah dipahami dan unsur wacana lengkap
4                Topik dan uraian sesuai, kuarang mendalam, agak sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap
3                topik dan uraian sesuai, kurang mendalam, sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap
2                topik dan uraian kurang sesuai, kurang mendalam, sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap

1                topik dan uraian tidak sesuai, tidak mendalam, sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap
b.      Kelancaran
5                pembicaraan lancar sejal awal sampai akhir, jeda tepat
4                Pembicaraan lancar, jeda kurang tepat
3                Pembicaraan agak tersendat, jeda kurang tepat
2                Pembicaraan sering tersendat, jeda tidak tepat
1                Pembicaraan tersendat-sendat, dan jeda tidak tepat
c.       Gaya
5                Gerakan, busana santun, wajar, tepat, luwes
4                Gerakan, busana santun, wajar, tepat, kurang luwes
3                Gerakan, buasana santun, wajar, kurang tepat, kurang luwes
2                Gerakan, busana kurang santun, kurang wajar, kurang tepat, kurang luwes
1                Gerakan dan busana tidak santun, tidak wajar, tidak tepat, dan tidak luwes













BAB III
PENUTUP


         

       3.1 Kesimpulan
     
                      Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :

1.      Berbicara itu sebenarnya suatu proses bukan kemapuan,yaitu proses penyampaian pikiran,gagasan,ide, dengan bahasa lisan kepada komnikasi (orang lain/sendiri)

2.      Keterampilan berbicara menunjang keterampilan bahasa lainnya. Pembicara yang baik mampu memberikan contoh agar dapat ditiru oleh penyimak yang baik. Pembicara yang baik mampu memudahkan penyimak untuk menangkap pembicaraan yang disampaikan.

3.      Berbicara menghibur biasanya bersuasana santai,rileks,dan kocak.soalnya pesan bukanlah yang utama.namun bukan berarti berbicara menghibur tidak dapat membawakan pesan

4.      Keterampilan berbicara adalah kemampuan  mengungpkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan,baik secara berhadapan  ataupun jarak jauh.


            3.1 Saran
       
              Dengan pentingnya aspek berbicara pada pengaaran bahasa Indonesia. Khususnya pada siswa yang harus memberikan motivasi untuk mengembangkan motivasi berbicara.






DAFTAR PUSTAKA


Burhan Nurgiyantoro.1995. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: BPFE.
Cox, Carole.1998. Teaching language arts (a student-and response-centered classroom).New York: A Viacom Company.
Haryadi. 1997.  Berbicara (Suatu Pengantar) Diktat Perkuliahan: IKIP Yogyakarta.
Haryadi dan Zamzani.1996/1997. Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia. Depdikbud Dirjen Dikti bagian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Muchlisoh, dkk.1996. Pendidikan Bahasa Indonesia 3 Modul 1-9. Jakarta:Depdikbud.
Supriyadi, dkk. 2005. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Depdikbud.
Tarigan, H.G. 1986. Berbicara sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Badudu (1993:131)

Tarigan, Djago.1997. Pengembangan Keterampilan Berbicara. Jakarta:Depdikbud.
Tompkins, Gail E & Hosskisson.1993. Language arts: content and teaching strategies. New York: Macmillan College Publishing Company.
Supriyadi, dkk. 2005. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Depdikbud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar