MAKALAH
BERBICARA UNTUK MENGHIBUR
Disusun Oleh Kelompok 1 :
·
Dwi
Nurindah Sari (018)
·
Nurun
Mauludan nia (019)
·
Adi
Eko Saputra (022)
·
Nuzulul
Fatikha (023)
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
Dr.SOETOMO SURABAYA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT,yang
telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahnya,sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan waktu yang telah ditentukan.
Makalah mata kuliah
berbicara yang berjudul ‘’ Berbicara untuk menghibur’’.dapat terselesaikan tepat
waktu.dengan selesainya makalah ini tak lupa penyusun menyampaikan terimakasih
pada semua pihak yang telah membantu,menyumbangkan pikiran,member kritik dan
saran yang membangun sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Akhirnya
penyusun harapkan agar hasil dari makalah ini dapat memberikan manfaa t bagi
pembelajaran selanjutnya.
Surabaya,21 Oktober
2015
Dwi Nur Indah Sari
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ……………………………………..i
DAFTAR ISI ………………………………….. ii
BAB I.PENDAHULUAN
………………………………….. 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………….
1
1.2 Rumusan
Masalah ……………………………………… 2
1.3 Tujuan .. …………………………………. 2
1.4
Manfaat .………………………………. . . 2
BAB II.PEMBAHASAN.
2.1
Pengertian Keterampilan Berbicara …………………
3
2.2 Tujuan
Keterampilan Berbicara untuk Menghibur…
4
2.3 Ragam Berbicara ……………………………………. 4
BAB III.PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………….. 5
3.1 Kesimpulan………………………………………….. 5
3.2
Saran …..………………………………………….. 5
DAFTAR
PUSTAKA ……………………………………… 6
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan manusia tidak lepas dari berbicara, Bericara merupakan kemampuan mengucapkan kata-kata dalam rangka menyampaikan atau
menyatakan maksud, ide, gagasan, pikiran, serta perasaan yang disusun dan
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyimak agar apa yang disampaikan dapat
dipahami oleh penyimak.
Tujuan berbicara secara umum ialah untuk memberitahukan atau melaporkan informasi kepada penerima informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi, untuk menghibur, serta menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi.
Bagi sebagian orang berbicara mungkin hal yang muda, tetapi sebagianya menganggap hal in juga tidak mudh. Bebicara merupakan hal yang penting dalam hidup kita. Untuk dapat berbicara atau berkomunikasih yang baik agar tidak terjadi salah tanggap atau miss communication dalam penyampaian.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1
Apa pengertian
berbicara ?
1.2.2
Apa tujuan
keterampilan berbicara ?
1.2.3
Apa saja ragam
berbicara ?
1.2.4
Apa saja factor
penunjang dan penghambat
keterampilan berbicara ?
1.2.5
Bagaimana cara
penilaian keterampilan berbicara ?
1.2.6
Bagaimana hubungan
berbicara dengan aspek kebahasaan lainnya
?
1.3
Tujuan
1.3.1
Memahami keterampilan berbicara.
1.3.2
Memahami tujuan keterampilan berbicara.
1.3.3
Memahami ragam berbicara.
1.3.4
Memahami factor
penunjang dan pengamat keterampilan berbicara.
1.3.5
Memahami cara penilaian keterampilan berbicara.
1.3.6
Memahami hubungan
keterampilan berbicara dengan aspek kebahasaan lainnya.
1.4
Manfaat
1.4.1
Dapat memahami keterampilan berbicara.
1.4.2
Dapat memahami tujuan berbicara.
1.4.3
Dapat memahami ragam berbicara.
1.4.4
Dapat memahami factor penunjang dan penghambat
keterampilan berbicara.
1.4.5
Dapat memahami cara penilaian keterampilan
berbicara.
1.4.6
Dapat memahami berbicara dengan aspek kebahasaan
lainnya.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keterampilan Berbicara
Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungpkan pendapat atau pikiran dan
perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan,baik secara
berhadapan ataupun jarak jauh.
§
Menurut Nurgiyantoro (1995:276)
berbicara adalah
aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa,
yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar
itu, kemudian manusia belajar untuk mengucapkan dan akhirnya terampil
berbicara. Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi
artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan
pikiran, gagasan,serta perasaan .
§
Tarigan (1983:14).
Dapat dikatakan bahwa berbicara
merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang
kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia
demi maksud dan tujuan gagasan atau ideide yang dikombinasikan. Berbicara
merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik,
psikologis, neurologis,semantik, dan linguistik.Berdasarkan pendapat di atas,
dapat disimpulkan bahwa berbicara diartikan sebagai suatu alat untuk
mengkombinasikan gagasan-gagasan yang disusun serta mengembangkan sesuai dengan
kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
2.2 Tujuan
Keterampilan Berbicara untuk Menghibur
·
Tujuan keterampilan
berbicara untuk menghibur
Berbicara menghibur biasanya bersuasana
santai,rileks,dan kocak.soalnya pesan bukanlah yang utama.namun bukan berarti
berbicara menghibur tidak dapat membawakan pesan
Dalam berbicara menghibur tersebut
pembicara berusaha membuat pendengarnya senang,bergembira,dan bersuka
ria.contoh jenis berbicara menghibur antara lain:
§ Ludruk
§ Srimulat
§ Cerita abu nawas
§ Cerita kabayan
·
Tujuan keterampilan
berbicara untuk menghibur
Berbicara menghibur artinya pembicaraan menarik perhatian
pendengar dengan berbagai cara,seperti humor,lelucon,spontanitas,kisah-kisah
jenaka,petualangan dan sebagainya.berbicara dengan tujuan untuk menghibur penyimak/pendengar biasanya dilakukan oleh orang-orang berprofesi
pelawak/pemain delegan,dan orang-orang yang mempunyai kemampuan khusus untuk
membuat suasana menjadi lebih hanggat
2.3 Ragam Berbicara
v
Pidato
Suatu ucapan dengan suatu susunan yang baik disampaikan kepada orang
banyak.
v
Ceramah
Pembicaraan untuk menyampaikan gagasanya
kepada pihak lain dan tidak memerlukan reaksi sesaat dalam bentuk bicara yang
berupa tanggapan respon.
v
Wawancara
Tanya jawab dengan seseorang untukdimintai
keterangan atau pendapatnya mengennai sesuatu.
v Dialog
Percakapan dalam dialog
(sandiwara,teater,dll)
v Diskusi
Cara tukar pendapat antara 2 orang atau lebih
untuk memecahkan suatu masalah.
Berbicara atau kegiatan
komunikasi lisan merupakan kegiatan individu dalam usaha menyampaikan pesan
secara lisan kepada sekelompok orang, yang disebut juga audience atau majelis.
Supaya tujuan pembicaraan atau pesan dapat sampai kepada audience dengan
baik, perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat menunjang keefektifan
berbicara. Kegiatan berbicara juga memerlukan hal-hal di luar kemampuan
berbahasa dan ilmu pengetahuan.
Pada saat berbicara diperlukan :
a) penguasaan bahasa
b) bahasa
c) keberanian dan ketenangan
d) kesanggupan menyampaikan ide dengan lancar dan teratur
Pada saat berbicara diperlukan :
a) penguasaan bahasa
b) bahasa
c) keberanian dan ketenangan
d) kesanggupan menyampaikan ide dengan lancar dan teratur
a) ketepatan ucapan
b) penempatan tekanan nada, sendi atau durasi yang sesuai
c) pilihan kata
d) ketepatan penggunaan kalimat serta tata bahasanya
e) ketepatan sasaran pembicaraan.
Sedangkan faktor nonkebahasaan, meliputi
f) sikap yang wajar, tenang dan tidak kaku
g) pendangan harus diarahkan ke lawan bicara
h) kesediaan menghargai orang lain
i) gerak-gerik dan mimik yang tepat
j) kenyaringan suara.
Ada kalanya proses komunikasi
mengalami gangguan yang mengakibatkan pesan yang diterima oleh pendengar tidak
sama dengan apa yang dimaksudkan oleh pembicara. Tiga faktor penyebab gangguan
dalam kegiatan berbicara, yaitu:
A. Faktor
fisik, yaitu faktor yang ada pada partisipan sendiri dan faktor yang berasal
dari luar partisipan.
B. Faktor media, yaitu faktor linguitisk dan
faktor nonlinguistik, misalnya lagu, irama, tekanan, ucapan, isyarat gerak
bagian tubuh, dan
C. Faktor
psikologis, kondisi kejiwaan partisipan komunikasi, misalnya dalam keadaan
marah, menangis, dan sakit.
Setiap
kegiatan belajar perlu diadakan penilaian termasuk dalam pembelajaran kegiatan
berbicara. Cara yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu
berbicara adalah tes kemampuan berbicara. Pada prinsipnya ujian keterampilan
berbicara memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara, bukan menulis,
maka penilaian keterampilan berbicara lebih ditekankan pada praktik berbicara.
Untuk
mengetahui keberhasilan suatu kegiatan tertentu perlu ada penilaian. Penilaian
yang dilakukan hendaknya ditujukan pada usaha perbaikan prestasi siswa sehingga
menumbuhkan motivasi pada pelajaran berikutnya. Penilaian kemampuan berbicara
dalam pengajaran berbahasa berdasarkan pada dua faktor, yaitu faktor kebahasaan
dan nonkebahasaan. Faktor kebahasaan meliputi lafal, kosakata, dan struktur
sedangkan faktor nonkebahasaan meliputi materi, kelancaran dan gaya (Haryadi,
1997:95).
Dalam
mengevaluasi keterampilan berbicara seseorang pada prinsipnya harus memperhatikan
lima faktor, yaitu :
a)
Apakah bunyi-bunyi tersendiri (vokal, konsonan)
diucapkan dengan tepat?
b) Apakah
pola-pola intonasi, naik dan turunnya suara serta rekaman suku kata memuaskan?
c) Apakah
ketepatan ucapan mencerminkan bahwa sang pembicara tanpa referensi internall
memahami bahasa yang digunakan?
d) Apakah
kata-kata yang diucapkan itu dalam bentuk dan urutan yang tepat?
e)
Sejauh
manakah “kewajaran” dan
“kelancaran” ataupun “kenative-speaker-an”
yang tecermin bila sesorang berbicara?
Penilaian
yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbicara siswa dilakukan melalui tugas
bercerita. Untuk mengevaluasi kemampuan berbicara siswa dibutuhkan format
penilaian berbicara. Berikut merupakan format penilaian berbicara/bercerita
yang dimodifikasi dari penilaian Jakovits dan Gordon (Nurgiyantoro, 2001:290).
Lembar Penilaian
Berbicara
Nama : Pengamat :
Tanggal : Hasil :
Komponen
yang Dinilai
|
Skala
Nilai
|
Keterangan
|
Lafal
|
5
4 3 2
1
|
|
Kosakata
|
5
4 3 2
1
|
|
Struktur
|
5
4 3 2
1
|
|
Materi
|
5
4 3 2
1
|
|
Kelancaran
|
5
4 3 2
1
|
|
Gaya
|
5
4 3 2
1
|
|
Jumlah
|
5
4 3 2
1
|
Kriteria
Penilaian:
A. Aspek
Kebahasaan
a. Lafal
5 Pelafalan fonem jelas, standar, dan intonasi jelas
4 Pelafalan fonem jelas, standar, dan intonasi kurang
jelas
3 Pelafalan fonem kurang jelas,
terpengaruh dialek, dan intonasi kurang tepat
2 Pelafalan fonem kurang jelas
terpengaruh dialek, dan intonasi tidak tepat.
1 Pelafalan fonem tidak jelas,
banyak dipengaruhi dialek, dan intonasi tidak tepat
b. Kosakata
5 Penguasaan kata-kata, istilah,
dan ungkapan yang tepat, sesuai dan variatif
4 Penggunaan kata, istilah dann
ungkapan kurang tepat, kurang sesuai meskipun variatif
3 Penggunaan kata, istilah dan
ungkapan kurang dan kurang sesuai serta kurang bervariatif
2 Penggunaan kata, istilah dan
ungkapan kurang tepat, kurang sesuai dan sangat terbatas
1 Penggunaan kata, istilah dan
ungkapan tidak tepat, tidak sesuai, dan sangat terbatas
c. Struktur
5 Hampir tidak terjadi kesalahan struktur
4 Sekali-kali terdapat kesalahan struktur
3 Kesalahan struktur terjadi berulang-ulang dan tepat
2 Kesalahan struktur terjadi berulang-ulang dan banyak
jenisnya
1 Kesalahan struktur banyak,
berulang-ulang sehingga mengganggu pemahaman.
B. Aspek
Nonkebahasaan
a.
Materi
5 Topik dan uraian sesuai,
mendalam, mudah dipahami dan unsur wacana lengkap
4 Topik dan uraian sesuai, kuarang
mendalam, agak sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap
3 topik dan uraian sesuai, kurang
mendalam, sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap
2 topik dan uraian kurang sesuai,
kurang mendalam, sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap
1 topik dan uraian tidak sesuai,
tidak mendalam, sulit dipahami, unsur wacana tidak lengkap
b.
Kelancaran
5 pembicaraan lancar sejal awal
sampai akhir, jeda tepat
4 Pembicaraan lancar, jeda kurang
tepat
3 Pembicaraan agak tersendat, jeda
kurang tepat
2 Pembicaraan sering tersendat,
jeda tidak tepat
1 Pembicaraan tersendat-sendat,
dan jeda tidak tepat
c.
Gaya
5 Gerakan,
busana santun, wajar, tepat, luwes
4 Gerakan,
busana santun, wajar, tepat, kurang luwes
3 Gerakan,
buasana santun, wajar, kurang tepat, kurang luwes
2 Gerakan, busana kurang santun, kurang wajar, kurang
tepat, kurang luwes
1 Gerakan dan busana tidak santun, tidak wajar, tidak
tepat, dan tidak luwes
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
:
1. Berbicara itu sebenarnya suatu proses bukan
kemapuan,yaitu proses penyampaian pikiran,gagasan,ide, dengan bahasa lisan
kepada komnikasi (orang lain/sendiri)
2.
Keterampilan berbicara
menunjang keterampilan bahasa lainnya. Pembicara yang baik mampu
memberikan contoh agar dapat ditiru oleh penyimak yang baik. Pembicara yang
baik mampu memudahkan penyimak untuk menangkap pembicaraan yang
disampaikan.
3.
Berbicara menghibur
biasanya bersuasana santai,rileks,dan kocak.soalnya pesan bukanlah yang
utama.namun bukan berarti berbicara menghibur tidak dapat membawakan pesan
4.
Keterampilan berbicara
adalah kemampuan mengungpkan pendapat
atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan,baik
secara berhadapan ataupun jarak jauh.
3.1 Saran
Dengan pentingnya aspek berbicara pada pengaaran bahasa
Indonesia. Khususnya pada siswa yang harus memberikan motivasi untuk mengembangkan
motivasi berbicara.
DAFTAR PUSTAKA
Burhan Nurgiyantoro.1995. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia. Yogyakarta: BPFE.
Cox,
Carole.1998. Teaching language arts (a student-and
response-centered classroom).New York: A Viacom Company.
Haryadi. 1997. Berbicara
(Suatu Pengantar) Diktat Perkuliahan: IKIP Yogyakarta.
Haryadi dan Zamzani.1996/1997. Peningkatan Keterampilan Berbahasa
Indonesia. Depdikbud Dirjen Dikti bagian Proyek Pengembangan Pendidikan
Guru Sekolah Dasar.
Muchlisoh, dkk.1996. Pendidikan Bahasa Indonesia 3 Modul 1-9. Jakarta:Depdikbud.
Supriyadi, dkk.
2005. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Depdikbud.
Tarigan, H.G. 1986. Berbicara
sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Badudu (1993:131)
Tarigan, Djago.1997. Pengembangan Keterampilan Berbicara. Jakarta:Depdikbud.
Tompkins, Gail E & Hosskisson.1993. Language arts: content and teaching strategies.
New York: Macmillan College Publishing Company.
Supriyadi, dkk. 2005. Pendidikan Bahasa Indonesia 2.
Jakarta: Depdikbud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar